Kamis, 06 Oktober 2016

Pembenihan kentang G0 Varietas Granola Hasil kultur Jaringan

Kentang adalah salah satu tanaman hortikultura yang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan diIndonesia. Saat ini dari tahun ketahun jumlah konsumsi kentang nasional semakin meningkat dari tahun ketahunnya. Oleh karena itu dibutuhkan teknik perbanyak benih kentang yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakan. Salah satu teknik perbanyakan yang sangat bagus adalah teknik kultur jaringan. Kelebihan dari teknik kultur jaringan yaitu dapat memperoleh bibit kentang dengan jumlah yang banyak dengan waktu yang relatif singkat dan tahan terhadapa hama dan penyakit. Berikut ini adalah dokumentasi pembenihan kentang dari hasil teknik kultur jaringan UPTD Hortikultura Loka Kabupaten Bantaeng.

Kentang Varietas Granola Usia 4 pekan

Kentang varietas granola usia 4 pekan

Kentang varietas granola usia 4 pekan

Kentang varietas granola usia 2 pekan

Kentang varietas granola kurang lebih 1 bulan

Kamis, 14 April 2016

Masamba: Bola Salju diPegunungan Loka Bantaeng

Bagi Masyarakat yang hidup diwilayah Sulawesi mengenal bunga ini dengan sebutan Bunga Masamba. Bungan ini dikenal dengan Bunga Hortensia, sedangkan dalam bahasa melayu dikenal dengan bunga tiga bulan. Keindahan bunga ini pada bentuk bunganya yang menyerupai bula salju, warna bunga yang menarik serta kelopak bunga yang indah dengan bentuk bintang.


Masamba atau Hortensia (Hydrangea) adalah nama genus dari 70-75 spesies tumbuhan berbunga yang berasal dari Asia Timur dan Asia Selatan (Jepang, Tiongkok, Himalaya, Indonesia), Amerika Utara dan Amerika Selatan. Sebagian besar spesies berasal dari Jepang dan Tiongkok. Tanaman semak dengan tinggi 1 sampai 3 meter, tapi ada juga yang merambat di tanaman lain hingga mencapai ketinggian 30 meter. Liat gambar dibawah ini, tuh kan mirip bola salju


Bunga berwarna putih pada sebagian besar spesies, tapi beberapa spesies terutama H. macrophylla mempunyai bunga yang bisa berwarna biru, merah, merah jambu, atau ungu bergantung pada tingkat pH tanah. Sewaktu masih kuncup, bunga berwarna hijau, berubah menjadi putih, sewaktu mekar berwarna biru muda atau merah jambu yang secara bertahap berubah menjadi warna-warna yang lebih tua tua (biru tua atau merah) sebelum bunga rontok. Salah satu keunikan dari bunga ini juga warna bunga dapat berubah tergantung tingkat asam basa media tanah yang digunkan utnuk tumbuh tanah yang bersifat asam menghasilkan bunga berwarna biru, tanah pH normal menghasilkan bunga berwarna putih krem, dan tanah yang bersifat basa menghasilkan bunga berwarna merah jambu atau ungu. Bunga Masamba merupakan salah satu dari tanaman yang pada daun bunga mengumpulkan unsur aluminium yang dilepaskan tanah yang bersifat asam sehingga bunga menjadi berwarna biru.
Pada Umumnya bunga ini dapat tumbuh subur didaerah beriklim sejuk, tapi tidak menutup kemungkinan dapat tumbuh didaerah dataran rendah tetapi akan menghasilkan bunga dalam waktu yang sangat lama.
Bunga hortensia bersifat sedikit beracun jika dimakan karena semua bagian tanaman mengandung glukosida sianogenik atau senyawa yang mengandung gugus CN (sianida) dalam kadar tertentu dapat berracun bagi tumbuh manusia, walaupun demikian jarang ada kasus keracunan karena tanaman ini tidak kelihatan enak dimakan. Daun dan akar tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Gambar ini juga mirip bola salju.


Adapun Beberapa Manfaat Bunga Masamba bagi kesehatan adalah sebagai berikut:

Dapat digunakan untuk membuat teh herbal seperti yang biasa dilakukan pada beberapa upacara keagamaan
Akar, batang, daun dan bunganya dapat digunakan sebagai obat diare
Ekstrak daun masamba mampu menghambat parasit penyebar malaria
Dapat mengobati kebotakan pada rambut
Daun dapat dipakai sebagi obat diabetes, antimikrob, dan sebagai zat hepatoprotektor.

Rabu, 13 April 2016

Pesona Anggrek Bulan

Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) atau puspa pesona adalah salah satu bunga nasional Indonesia. Pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani Belanda, Dr. C.L. Blume. Tanaman anggrek ini tersebar luas mulai dari Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua, hingga ke Australia. Cara hidupnya secara epifit dengan menempel pada batang atau cabang pohon di hutan-hutan dan tumbuh subur hingga 600 meter di atas permukaan laut. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar-akarnya berwarna putih dan berbentuk bulat memanjang serta terasa berdaging. Bunganya memiliki sedikit keharuman dan waktu mekar yang lama serta dapat tumbuh hingga melebihi diameter 10 cm (Wikipedia).
Balai Benih Hortikultura Loka Kabupaten Bantaeng mengembangkan produksi anggrek bulan, selain karena dapat tumbuh subur diatas 600 meter yang sesuai dengan lokasi pengembangan, tanaman hias ini juga memiliki pesona tersendiri yang membuat banyak orang tertarik. Tanaman hias ini juga masih sedikit yang dikembangkan diwilayah sulawesi. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika merawat tanaman ini:
  1. Teknik Pemberian Pupuk
    Cara pemberian pupuk sebaiknya digunakan setiap dua kali sehari yaitu pada pukul 06.00-08.00 dan 16.00-18.00 waktu ini adalah waktu yang tepat pemberian pupuk karena waktu-waktu tersebut saat terbukanya mulut daun (stomata ), sehingga nutrisi yang anda berikan dengan mudah dapat memasuki jaringan daun. Sedangkan pukul 09.00 hingga 15.00 terjadi proses fotosintesis atau pematangan zat-zat tanaman yang di sebarkan dari jaringan daun ke bagian tanaman lainnya sehingga waktu tersebut bukan waktu yang tepat.
  2. Teknik Penyiraman
    Anggrek Bulan termasuk tanaman epifit (hidup menempel pada pohon lain), pada dasarnya tumbuhan ini kurang menyenangi air yang melimpah bahkan sampai menggenangi akar yang menyebabkan tumbuh suburnya jamur dan menyebabkan daun menjadi bercak-bercak. Oleh karena itu, ketika menyiram tanaman ini sebaiknya jangan terlalu banyak yang dapat menyebabkan akar membusuk sehingga tidak dapat melakukan transpirasi dengan baik. Anggrek bulan tumbuh subur pada suhu 13 derajat celcius hingga 17 derajat celcius dimalam hari dan 18 derajat celcius hingga 22 derajat celcius pada siang hari, agar dapat menjaga kelembaban udara, bisa dengan cara membuat wadah air disekitar area pot agar terjadi penguapan alami dan kelembaban disekitar anggrek terjaga sehingga bunga yang kita harapkan dapat tumbuh dengan sempurna.
  3. Intensitas Cahaya
    Anggrek bulan termasuk dalam tanaman anggrek monopodial yang menyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang hidupnya. Oleh karena itu kebutuhan terhadap cahaya langsung sangat dihindari atau jangan ditempatkan ditempat yang terlalu terbuka dan memiliki sinar matahari langsung yang sangat banyak. Bunga jenis ini biasanya hanya membutuhkan 20% hingga 30% sinar matahari, jika sinar matahari yang terlalu banyak dapat menyebabkan kerusakan. Biasanya ditandai dengan munculnya warna merah kecoklatan pada permukaan daunnya seperti terbakar. Kekurangan cahaya pun berefek tidak baik pada pertumbuhan anggrek bulan. Biasanya daun akan layu warna kuning pucat dan jika tidak segera diatasi daun akan rontok. Oleh karena itu penempatan anggrek bulan perlu diperhatikan agar memperoleh intensitas cahaya sesuai dengan kadar kebutuhannya. Menempatkan anggrek bulan menghadap ketimur juga salah satu cara agar mendapatkan intensitas cahaya yang baik karena cahaya matahari pagi sangat baik untuk pertumbuhan untuk bungan dan sebagai nutrisi alami.
Itulah tadi sedikit informasi mengenai anggrek bulan semoga bermanfaat.

Rabu, 06 April 2016

Tips mengetahui kesuburan tanah

1. Menanam jagung pada tanah itu.
Jagung adalah tanaman yang dapat dijadikan indikator bahwa tanah tersebut adalah tanah yang subur. caranya dalah dengan menanam jagunga tanpa diberi pupuk. Jika tanaman jagung tersebut dapat rumbuh dengan baik dan subur, maka tanah tersebut adalah tanah yang subur karena dapat memenuhi kandungan hara yang dibutuhkan oleh jagung. Akan tetapi, jika tanaman jagung yang ditanam bertumbuh kurus dan kerdil maka, tanah tersebut kurang subur.  
















2. Memperhatikan rerumputan
Rerumputan termasuk ilalang, yang tumbuh di atas tanah itu. Jika rumput dapat tumbuh dengan subur hijau royo-royo, maka dapat dipastikan bahwa tanah tersebut memiliki banyak unsur hara dan tanah itu subur. Sebaliknya jika rerumputan yang tumbuh kelihatan menguning dan kerdil serta rumput yang tumbuh jarang-jarang maka tanah tersebut kurang subur. Bila rumput tumbuh subur sedangkan tanaman tidak subur, maka yang kurang biasanya hanyalah air.



3. Menggunakan Kunyit
pH tanah merupakan salah satu faktor kesuburan tanah. cara sederhana mengetahui pH tanah dengan menggunakan kunyit. caranya ambil kunyi sebesar jari telunjuk Potong jadi dua Salah satu potongan kunir tadi, masukkan kedalam tanah basah yang akan kita ukur pH nya Tunggu sampai kira-kira sengah jam (30 menit) Ambil kunir tesebut dan lihat warna bagian potongan kunir tersebut Jika warna bagian yang terpotong tadi pudar berarti tanah kita asam. pH tanah kita netral jika hasil potongan tadi berwarna tetap cerah. Akan tetapi jika warna kunir tadi biru berarti tanah kita cenderung basa.



4. Melihat Keberadaan Cacing Tanah. 

Cacing tanah bisa menjadi indikator kesuburan tanah, karena sebagian besar bahan tanah mineral yang dicerna cacing tanah dikembalikan ke dalam tanah dalam bentuk nutrisi yang mudah dimanfaatkan oleh tanaman. Selain itu, kotoran cacing tanah juga kaya unsur hara. Pasalnya, aktivitas cacing tanah mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara N, P, dan K di dalam tanah. Cacing tanah juga bermanfaat memperbaiki aerasi dan drainase di dalam tanah sehingga tanah menjadi gembur, serta membantu menguraikan bahan organik di dalam tanah dan memperbaiki struktur tanah. Dengan demikian semakin banyak cacing tanah yang ada dalam tanah maka semakin subur tanah tersebut.



5. Plastik Pengukur Bahan Oganik. 

Kesuburan tanah bisa diukur dari banyaknya bahan organik atau C-organik yang tersedia dalam tanah. Ada cara mudah untuk mengukur kandungan bahan organik dalam tanah, yaitu dengan menggunakan plastik panjang. Caranya, siapkan plastik panjang 1 meter, ambil sampel tanah di beberapa titik lokasi dalam lahan, kemudian campur tanah itu hingga merata. Ikat salah satu ujung plastik dan masukkan tanah hingga setengah panjang plastik. Masukkan air hingga penuh kemudian ikat ujungnya. Kocok sampai tanah itu merata, gantung platik pada tiang dan biarkan 1-2 jam. Setelah benar-benar mengendap akan terlihat komposisi Humus akan berada pada lapisan tanah paling atas dan berwarna hitam, di bawahnya ada lapisan debu dan lempung, dan paling bawah adalah kerikil dan pasir. Semakin tebal lapisan bahan organik maka semakin subur tanah tersebut.